Rabu, 15 April 2020

Batuk? Perlukah Anda untuk Test Virus Corona? Coba Simak Dulu Ulasan Berikut!

Jika dahulu saat mengalami gejala batuk, Anda pasti sudah terbiasa dengan pemikiran bahwa batuk nantinya akan pergi dengan sendirinya. Mengkonsumsi obat biasa yang dijual di apotek atau toko obat pun sudah cukup untuk membantu agar batuk bisa segera tuntas. Akan tetapi akhir-akhir ini dengan merebaknya virus corona, seseorang yang memiliki gejala batuk, akan lebih khawatir karena gejala virus yang sudah memakai korban ribuan nyawa ini mirip dengan gejala batuk biasa. Untuk memastikan seseorang yang batuk disebabkan karena virus corona ataukah tidak, perlu dilakukan test virus corona secara langsung melalui sampel darah atau swab tes.


Seperti diketahui bahwa virus Corona merupakan salah satu jenis virus yang menyerang sistem pernafasan. Gejala awal seseorang terinfeksi virus ini memang adalah batuk kering yang mengganggu dan demam. Padahal batuk sendiri merupakan penyakit yang banyak diderita masyarakat di hari-hari biasa sehingga memunculkan kekhawatiran. Angka kematian akibat virus corona di Indonesia yang cukup tinggi membuat masyarakat semakin gentar dan ingin langsung memeriksakan diri saat terjadi batuk sedikit saja. Akibatnya di fasilitas kesehatan pertama, banyak pasien mendaftar dan mengumpul yang dikhawatirkan justru terjadi penularan virus corona dari mereka yang positif namun belum terdeteksi kepada yang sehat. Untuk menghindari hal tersebut perlu disosialisasikan kepada masyarakat kapan seharusnya memeriksakan diri terkait dengan virus corona.

Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, Anda harus mengetahui terlebih dahulu gejala-gejala virus corona yang terjadi di tiap fasenya. Berikut ini adalah daftar gejala virus corona yang diurutkan sesuai dengan waktu virus corona berada di dalam tubuh:

Hari pertama hingga ketiga:

•    Batuk kering dan sakit tenggorokan akan terjadi di hari pertama hingga ketiga pada pasien positif covid19 dengan sistem imunitas rendah. Namun bagi mereka yang memiliki sistem imun tinggi, kemungkinan bisa terinfeksi tanpa gejala apapun.

Hari keempat hingga kelima:

•    Diare dan demam terjadi setelah hari keempat dan kelima. Beberapa pasien tidak mengalami diare namun demam merupakan gejala yang pasti terjadi pertanda tubuh melawan infeksi. Bagi beberapa pasien demam justru bisa terjadi di fase awal atau hari kedua.

Hari kelima hingga ketujuh:

•    Di fase ini seseorang akan mulai merasakan sesak nafas dan nyeri otot atau kelelahan. Sebaiknya segera mendapatkan pertolongan medis agar bisa menerima perawatan yang tepat.

Dari gejala di atas, pasien dengan keluhan batuk saja belum perlu datang ke puskesmas atau faskes lain terkait corona. Pasien batuk tanpa ada gejala lainnya bisa mengkonsumsi obat batuk biasa dan beristirahat di rumah dengan memakai masker. Namun jika batuk kemudian disusul dengan gejala lain seperti demam dan diare apalagi hingga sesak nafas, maka barulah ia harus memeriksakan diri dengan menceritakan gejala penyakit dan riwayat yang mungkin bisa membantu mengidentifikasi penyakit apakah ada kaitannya dengan virus corona.

Test virus corona akan dilakukan pada mereka yang memiliki resiko tinggi terpapar virus corona dengan gejala bawaan ataupun tidak. Dengan begitu diharapkan mereka yang positif dapat ditemukan dan langsung diisolasi dengan diberikan perawatan jika yang memiliki gejala sehingga tidak menularkan virus ke banyak orang lainnya. Dengan begitu sumber penularan akan semakin sedikit sehingga jumlah kasus virus corona tidak terus bertambah. Masyarakat juga perlu mendukung usaha pemerintah ini dengan tidak berkerumun dan saling menjaga jarak untuk mencegah penularan.

    Choose :
  • OR
  • To comment