Sabtu, 29 Desember 2018

Tips Dan Trik Menghadapi Balita Susah Makan

Ketika Balita susah makan maka kekhawatiran pasti akan menyerang orangtua terutama ibu.  Namun banyaknya fenomena GTM atau Gerakan Tutup Mulut yang dilakukan balita karena tidak mau makan ini sudah sangat sering ditemui di kalangan masyarakat. Anak susah makan saat disuapi makanan oleh sang ibu atau anak yang hanya mau makan satu jenis makanan saja selama berhari-hari, mungkin bukanlah kisah baru lagi bagi orang tua. Untuk menghadapi masalah seperti ini, maka orang tua tidak boleh kalah cerdik dengan anak.  Maka orangtua harus cerdas mensiasati permasalahan GTM pada anak.

Setiap anak memang berbeda-beda dalam mengkonsumsi makanan setiap harinya. Seberapa banyak anak kita makan akan berbeda dengan anak yang lainnya. Janganlah juga terlalu khawatir jika anak kita makan hanya sedikit pada satu waktu. Anak-anak pada umumnya akan “menebus” rasa kekurangan tersebut di jam makan selanjutnya atau dengan makanan selingan.

Biasanya anak susah makan ketika dimulai setelah mereka menginjak usia satu tahun. Pada saat itulah, pertumbuhan anak akan melambat jika dibandingkan masa sebelumnya. Hal ini jugalah yang menyebabkan menurunnya selera makan anak. Apalagi jika anak kita adalah anak yang aktif. Jika anak kita termasuk anak yang aktif dan bertumbuh kembang baik, itu artinya anak kita tergolong anak sehat.

Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang sering timbul berkaitan dengan perilaku balita susah makan, di antaranya:

1.  Hanya mau satu jenis makanan
Balita pada umumnya memang suka pilah pilih makanan atau disebut juga picky eater. Perilaku seperti ini masih terbilang normal. Mungkin pada satu waktu anak kita akan lebih menyukai satu jenis makanan saja dan tidak mau makan sama sekali di waktu yang lain. Sebagai orangtua sebaiknya kita tetap tenang dan tetap menawarkan pilihan makanan yang lain dengan tanpa memaksa. Kita dapat mengatur strategi dengan mengajaknya ke supermarket atau ke tempat makan dan  minta dia untuk memilih dua jenis buah, dua jenis sayur, atau satu jenis camilan.

2.  Hanya mau makan dengan makanan cepat saji
Setiap anak pasti sangat menyukai makanan cepat saji daripada makanan segar. Makanan cepat saji yang digemari anak  biasanya yang banyak mengandung gula atau lemak tinggi, dengan kandungan gizi yang rendah. Makanan cepat saji pastilah disukai semua orang tidak terkecuali kita juga sebagai orangtua.  Maka dari itulah jadikan diri kita sebagai role model yang baik bagi anak. Jika kita menginginkan anak kita makan makanan sehat dan bergizi maka biarkan anak kita melihat kita makan dengan pola makan yang sehat dan seimbang.

3.  Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan
Untuk membantu menambah selera makan pada anak yang tergolong susah makan, maka orang tua dapat melakukan berbagai hal seperti menciptakan suasana menyenangkan ketika makan.  Sesekali mintalah anak untuk mengajak beberapa temannya untuk makan bersama dia.  Mengadakan acara makan keluarga dengan rutin di rumah ataupun di luar rumah.  Bisa juga ajak anak makan di taman atau di kebun.

4.  Hanya mau makan dengan makanan tertentu
Ketika menghadapi permasalahan ini sebagai orangtua mungkin kita memang harus bisa fleksibel dengan makanan yang kita siapkan untuk si kecil agar ia tetap mendapatkan nutrisi yang seimbang. Contohnya, jika kita membuat bistik sapi untuk makan malam, tetapi anak kita hanya mau makan kentang dan wortel, kita mungkin harus masak sayuran tersebut terpisah dari bistik sapi agar si Kecil mau makan.

Inilah beberapa beberapa permasalahan dan solusi yang bisa kita ketahui ketika sedang me menghadapi balita yang susah makan.  Dengan demikian kita tidak perlu untuk khawatir lagi menghadapi sikap GTM anak.  Kita juga harus lebih cerdik untuk mensiasatinya.

    Choose :
  • OR
  • To comment